Selasa, 29 April 2014

Diperkosa 3 Orang Gadis Cantik

Aku Diperkosa 3 Orang Gadis Cantik
Sebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Tapi entah kenapa aku banyak disukai wanita. Bahkan ada yang terang-terangan mengajakku berkencan. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Aku belum mau pacaran. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua teman-temanku yang laki, sudah punya pacar. Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Tapi aku sama sekali belum punya keinginan untuk pacaran. Walau sebenarnya banyak juga gadis-gadis yang mau jadi pacarku.
Waktu itu hari Minggu pagi. Iseng-iseng aku berjalan-jalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sesekali berlari kecil mengikuti orang-orang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalan-jalan menghirup udara yang masih bersih.
Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah. Dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anak-anak yang bermain dengan gembira.
Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang gadis yang langsung saja duduk di sebelahku. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Dia mengenakan baju kaos yang ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga memperlihatkan seluruh bahu serta sebagian punggung dan dadanya yang menonjol dalam ukuran cukup besar. Kulitnya putih dan bersih celana pendek yang dikenakan membuat pahanya yang putih dan padat jadi terbuka. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.
"Lagi ada yang ditunggu?", tegurnya tiba-tiba.
Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Cepat-cepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.
"Tidak.., Eh, kamu sendiri..?", aku balik bertanya.
"Sama, aku juga sendirian", jawabnya singkat.
Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Gadis ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.
"Jalan-jalan yuk..", ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.
"Kemana?", tanyaku ikut berdiri.
"Kemana saja, dari pada bengong di sini", sahutnya.
Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.
Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.
"Eh, nama kamu siapa..?", tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.
"Angga", sahutku.
"Akh.., kayak nama perempuan", celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.
"Kalau aku sih biasa dipanggil Ria", katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.
"Nama kamu bagus", aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja.
"Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku", katanya meminta.
Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Dan aku memperkirakan kalau gadis ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.
"Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Mau nggak..?", ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.
"Boleh", sahutku.
Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Ria banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.
Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Ria yang mengajak pulang lebih dulu.
"Mobilku di parkir disana..", katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir.
"Kamu bawa mobil..?", tanyaku heran.
"Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum", katanya beralasan.
"Kamu sendiri..?"
Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.
"Ikut aku yuk..", ajaknya langsung.
Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Ria malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Ria langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.
"Ayo..", Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa laki-laki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.
"Tunggu sebentar ya..", kata Ria setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.
Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Ria. Sementara gadis itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang gadis lain yang sebaya dengannya. Dan gadis-gadis itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.
Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.
"Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini", kata Ria tiba-tiba sambil melepaskan baju kaosnya.
Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Ria bukan hanya menanggalkan bajunya, tapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Ria mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali.. Akhh tubuhnya luar biasa bagusnya.. baru kali ini aku melihat payudara seorang gadis secara dekat, payudaranya besar dan padat. Bentuk pinggulnya ramping dan membentuk bagai gitar yang siap dipetik, Bulu-bulu vaginanya tumbuh lebat di sekitar kemaluannya. Sesaat kemudian Ria menghampiriku, dan merenggut semua pakaian yang menutupi tubuhku, hingga aku henar-benar polos dalam keadaan tidak berdaya. Bukan hanya Ria yang mendekatiku, tapi kedua gadis lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.
"Eh, apa-apaan ini? Apa mau kalian..?", aku membentak kaget.
Tapi tidak ada yang menjawab. Ria sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga terentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Ria saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tapi kedua gadis lainnya juga melakukan hal yang sama.
Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat Seperti tersengat listrik, ketika merasakan jari-jari tangan Ria yang lentik dan halus menyambar dan langsung meremas-remas bagian batang penisku. Seketika itu juga batang penisku tiba-tiba menggeliat-geliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat penisku di kocok-kocok dengan bergairah oleh Ria. Aku hanya bisa merasakan seluruh batangan penisku berdenyut-denyut nikmat.
Aku benar-benar kewalahan dikeroyok tiga orang gadis yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga. Tapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku.
Aku benar-benar tidak berdaya ketika Ria duduk di atas perutku, dan menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang padat. Sementara dua orang gadis lainnya yang kutahu bernama Rika dan Sari terus menerus menciumi wajah, leher dan sekujur tubuhku. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir saja membuatku tidak percaya, kalau tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri.
Saat itu juga aku langsung menyadari kalau gadis-gadis ini bukan hanya menderita penyakit hiperseks, tapi juga biseks. Mereka bisa melakukan dan mencapai kepuasan dengan lawan jenisnya, dan juga dengan sejenisnya. Bahkan mereka juga menggunakan alat-alat untuk mencapai kepuasan seksual. Aku jadi ngeri dan takut membayangkannya.
Sementara itu Ria semakin asyik menggerak-gerakkan tubuhnya di atas tubuhku. Meskipun ada rasa takut dalam diriku, tetapi aku benar-benar merasakan kenikmatan yang amat sangat, baru kali ini penisku merasakan kelembutan dan hangatnya lubang vagina seorang gadis, lembut, rapat dan sedikit basah, Riapun merasakan kenikmatan yang sama, bahkan sesekali aku mendengar dia merintih tertahan. Ria terus menggenjot tubuhnya dengan gerakan-gerakan yang luar biasa cepatnya membuatku benar-benar tidak kuasa lagi menerima kenikmatan bertubi-tubi aku berteriak tertahan. Ria yang mendengarkan teriakanku ini tiba-tiba mencabut vaginanya dan secara cepat tangannya meraih dan menggenggam batang penisku dan melakukan gerakan-gerakan mengocok yang cepat, hingga tidak lebih dari beberapa detik kemudian aku merasakan puncak kenikmatan yang luar biasa berbarengan dengan spermaku yang menyemprot dengan derasnya. Ria terus mengocok-ngocok penisku sampai spermaku habis dan tidak bisa menyemprot lagi tubuhku merasa ngilu dan mengejang.
Tetapi Ria rupanya tidak berhenti sampai disitu, kemudian dengan cepat dia dibantu dengan kedua temannya menyedot seluruh spermaku yang bertebaran sampai bersih dan memulai kembali menggenggam batang penisku erat-erat dengan genggaman tangannya sambil mulutnya juga tidak lepas mengulum kepala penisku. Perlakuannya ini membuat penisku yang biasanya setelah orgasme menjadi lemas kini menjadi dipaksa untuk tetap keras dan upaya Ria sekarang benar-benar berhasil. Penisku tetap dalam keadaan keras bahkan semakin sempurna dan Ria kembali memasukkan batangan penisku ke dalam vaginanya kembali dan dengan cepatnya Ria menggenjot kembali vaginanya yang sudah berisikan batangan penisku.
Aku merasakan agak lain pada permainan yang kedua ini. Penisku terasa lebih kokoh, stabil dan lebih mampu meredam kenikmatan yang kudapat. Tidak lebih dari sepuluh menit Ria memperkosaku, tiba-tiba dia menjerit dengan tertahan dan Ria tiba-tiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku bisa merasakan vagina Ria berdenyut-denyut dan menyedot-nyedot penisku, hingga akhirnya Ria melepaskan teriakannya saat ia merasakan puncak kenikmatannya. Aku merasakan vagina Ria tiba-tiba lebih merapat dan memanas, dan aku merasakan kepala penisku seperti tersiram cairan hangat yang keluar dari vagina Ria. Saat Ria mencabut vaginanya kulihat cairan hangat mengalir dengan lumayan banyak di batangan penisku..
Setelah Ria Baru saja mendapatkan orgasme, Ria menggelimpang di sebelah tubuhku. Setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya, melihat itu Sari langsung menggantikan posisinya. Gadis ini tidak kalah liarnya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Ria. Membuat batanganku menjadi sedikit sakit dan nyeri. Hanya dalam tidak sampai satu jam, aku digilir tiga orang gadis liar. Mereka bergelinjang kenikmatan dengan dalam keadaan tubuh polos di sekitarku, setelah masing-masing mencapai kepuasan yang diinginkannya.
Sementara aku hanya bisa merenung tanpa dapat berbuat apa-apa. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?
Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Tapi harapanku hanya tinggal angan-angan belaka. Mereka tidak melepaskanku, hanya menutupi tubuhku dengan selimut. Aku malah ditinggal seorang diri di dalam kamar ini, masih dalam keadaan telentang dengan tangan dan kaki terikat tali kulit. Aku sudah berusaha untuk melepaskan diri. Tapi justru membuat pergelangan tangan dan kakiku jadi sakit. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap gadis-gadis itu akan melepaskanku.
Sungguh aku tidak menyangka sama sekali. Ternyata ketiga gadis itli tidak mau melepaskanku. Bahkan mereka mengurung dan menyekapku di dalam kamar ini. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Bahkan mereka menggunakan obat-obatan untuk merangsang gairahku. Sehingga aku sering kali tidak menyadari apa yang telah kulakukan pada ketiga gadis itu. Dalam pengaruh obat perangsang, mereka melepaskan tangan dan kakiku. Tapi setelah mereka mencapai kepuasan, kembali mengikatku di ranjang ini. Sehingga aku tidak bisa meninggalkan ranjang dan kamar ini.
Dan secara bergantian mereka mengurus makanku. Mereka memandikanku juga di ranjang ini dengan menggunakan handuk basah, sehingga tubuhku tetap bersih. Meskipun mereka merawat dan memperhatikanku dengan baik, tapi dalam keadaan terbelenggu seperti ini siapa yang suka? Berulang kali aku meminta untuk dilepaskan. Tapi mereka tidak pernah menggubris permintaanku itu. Bahkan mereka mengancam akan membunuhku kalau berani berbuat macam-macam. Aku membayangkan kalau orang tua dan saudara-saudara serta semua temanku pasti kebingungan mencariku.
Karena sudah tiga hari aku tidak pulang akibat disekap gadis-gadis binal dan liar ini. Meskipun mereka selalu memberiku makanan yang lezat dan bergizi, tapi hanya dalam waktu tiga hari saja tubuhku sudah mulai kelihatan kurus. Dan aku sama sekali tidak punya tenaga lagi. Bahkan aku sudah pasrah. Setiap saat mereka selalu memaksaku menelan obat perangsang agar aku tetap bergairah dan bisa melayani nafsu birahinya. Aku benar-benar tersiksa. Bukan hanya fisik, tapi juga batinku benar-benar tersiksa. Dan aku sama sekali tidak berdaya untuk melepaskan diri dari cengkeraman gadis-gadis binal itu.
Tapi sungguh aneh. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Bahkan sehari semalam mereka tidak kelihatan. Aku benar-benar ditinggal sendirian di dalam kamar ini dalam keadaan terikat dan tidak berdaya. Sementara perutku ini terus menerus menagih karena belum diisi makanan. Aku benar-benar tersiksa lahir dan batin.
Namun keesokan harinya, pintu kamar terbuka. Aku terkejut, karena yang datang bukan Ria, Santi atau Rika Tapi seorang lelaki tua, bertubuh kurus. Dia langsung menghampiriku dan membuka ikatan di tangan dan kaki. Saat itu aku sudah benar-benar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Dan orang tua ini memintaku untuk tetap berbaring. Bahkan dia memberikan satu stel pakaian, dan membantuku mengenakannya.
"Tunggu sebentar, Bapak mau ambilkan makanan", katanya sambil berlalu meninggalkan kamar ini.
Dan memang tidak lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan membawa sepiring nasi dengan lauk pauknya yang mengundang selera. Selama dua hari tidak makan, membuat nafsu makanku jadi tinggi sekali. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. Bahkan satu teko air juga kuhabiskan. Tubuhku mulai terasa segar. Dan tenagaku berangsur pulih.
"Bapak ini siapa?", tanyaku
"Saya pengurus rumah ini", sahutnya.
"Lalu, ketiga gadis itu..", tanyaku lagi.
"hh.., Mereka memang anak-anak nakal. Maafkan mereka, Nak..", katanya dengan nada sedih.
"Bapak kenal dengan mereka?", tanyaku.
"Bukannya kenal lagi. Saya yang mengurus mereka sejak kecil. Tapi saya tidak menyangka sama sekali kalau mereka akan jadi binal seperti itu. Tapi untunglah, orang tua mereka telah membawanya pergi dari sini. Mudah-mudahan saja kejadian seperti ini tidak terulang lagi", katanya menuturkan dengan mimik wajah yang sedih.
Aku juga tidak bisa bilang apa-apa lagi. Setelah merasa tenagaku kembali pulih, aku minta diri untuk pulang. Dan orang tua itu mengantarku sampai di depan pintu. Kebetulan sekali ada taksi yang lewat. Aku langsung mencegat dan meminta supir taksi mengantarku pulang ke rumahku. Di dalam perjalanan pulang, aku mencoba merenungi semua yang baru saja terjadi.
Aku benar-benar tidak mengerti, dan hampir tidak percaya. Seakan-akan semua yang terjadi hanya mimpi belaka. Memang aku selalu menganggap semua itu hanya mimpi buruk. Dan aku tidak berharap bisa terulang lagi. Bahkan aku berharap kejadian itu tidak sampai menimpa orang lain. Aku selalu berdoa semoga ketiga gadis itu menyadari kesalahannya dan mau bertobat. Karena yang mereka lakukan itu merupakan suatu kesalahan besar dan perbuatan hina yang seharusnya tidak perlu terjadi.
dosa tanggung sendiri

Isnin, 28 April 2014

gambar artis tidak suka pakaian dalam



wanita tidak perlu bercerita dengan menggunakan kata-kata, cukup dengan 
bersikap dan pakaian yang dikenakannya lelaki sudah dapat menangkap cerita 
yang sebenarnya. Seperti yang dilakukan oleh para bintang terkenal ini, untuk
mengatakan tentang tubuhnya yang cantik dan  yang masih kencang mereka 
tidak harus mengatakan kepada setiap lelaki-lelaki yang memandangnya. 





































kenapa awak tak perkosa saya ???


Kisah benar ini berlaku di US. Ia tentang seorang wanita dari Malaysia yang bekerja di US. Dia memakai tudung dan memiliki akhlak yang bagus. Gambar hiasan

Suatu malam perempuan ini dalam perjalanan balik ke rumah dari tempat kerjanya. Kebetulan dia mengambil jalan singkat untuk pulang. Jalan yang diambil pula agak tersorok dan tidak banyak orang yang lalu lalang pada masa itu.

Disebabkan hari yang agak sudah lewat, berjalan di jalan yang agak gelap sebegitu membuatkan dia agak gelisah dan rasa takut. Lebih-lebih lagi dia berjalan berseorangan.

Tiba-tiba dia nampak ada seorang lelaki (kulit putih Amerika) bersandar di dinding di tepi lorong itu. Dia sudah mula rasa takut dan tak sedap hati. Apa yang dia boleh buat waktu tu adalah berdoa ke hadrat Allah memohon keselamatan atas dirinya. Dia baca ayat Kursi dengan penuh pengharapan agar Allah membantu dia disaat itu.

Masa dia melepasi tempat lelaki itu bersandar, dia sempat menoleh dan dapat mengecam muka lelaki itu. Nasib baik lelaki itu buat tidak endah dan perempuan ini selamat sampai ke rumahnya.

Keesokkan paginya, wanita ini terbaca dalam akhbar yang seorang perempuan telah dirogol oleh seorang lelaki yang tidak dikenali dekat lorong yang dia jalan semalam hanya 10 minit selepas dia melintasi lorong tersebut. Muslimah ini yakin benar lelaki kulit putih yang dia lihat semalam adalah perogol itu.

Atas rasa tanggungjawab dia terus ke balai polis dan buat aduan. Wanita ni dapat mengenal pasti suspek melalui kawad cam dan selepas siasatan dilakukan, polis dapat bukti bahawa lelaki tersebut adalah perogol yang dicari.

Tapi perempuan ini hairan juga kenapa lelaki tadi tak jadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut walhal dia keseorangan di masa tu, tetapi lelaki tadi rogol perempuan yang lalu selepas dia. Wanita ini nak tahu sangat sebabnya. Jadi dia minta kebenaran polis untuk bercakap dengan perogol tadi sebelum hukuman dijatuhkan (sebelum lelaki tadi di bawa ke tempat lain).

Dia pun tanya perogol itu..

“Why don’t you do anything to me on that night even though you know that I’m alone?” (Kenapa awak tak buat apa-apa kat saya malam tu walaupun awak tau saya seorang je masa tu?)

Perogol tu jawab:

“No, you are not alone. That night I saw two young man walking with you. One on your right side and the other one was by your left side. If you were alone of course you will be my victim.” (Tak, awak bukan berseorangan. Malam tu saya nampak ada 2 orang lelaki berjalan dengan awak. Seorang sebelah kanan awak dan sorang lagi sebelah kiri awak. Kalaulah awak sorang2 malam tu, sudah pasti awak jadi mangsa saya..)

Wanita ni rasa amat terkejut bila dengar penjelasan perogol tu. Dia bersyukur ke hadrat Allah kerana memelihara dia malam itu, mungkin juga berkat ayat Kursi yang dia baca malam itu.

p/s : MORAL CERITA INI???

Jika kita sebagai hambaNya menurut segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya, Dia pastinya akan sentiasa dekat dengan kita dan memelihara kita. Wanita tadi pertama-tamanya menutup aurat di US dan memang seorang yang menjaga batas-batas yang ditetapkan Islam. Mungkin dua orang lelaki yang menemani wanita itu adalah malaikat yang diutuskan Allah untuk menjaga hambaNya yang sentiasa ingat akan diriNya.

“…Barang siapa membaca ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya” [Dari Abdullah bin ‘Amr r.a.]

Sebuah kisah benar yang sangat sangat menarik pada pandangan ku… semoga kite semua mendapat pengajaran dan ilmu yang bermanfat… sebagai hamba kita seharusnya percaya dengan kemampuan senjata orang mukmin iaitu DOA….

Semoga kita sentiasa dipeliara Allah dari kejahatan syaitan yang di rejam……. InsyaAllah..

panas!!! WANITA YANG GANAS DI RANJANG

WANITA YANG GANAS DI RANJANG!


Petua mengenali sifat wanita ganas di ranjang ini hanya sesuai dibaca oleh mereka yang sudah berkahwin dan bakal berkahwin. Ambil ia sebagai hiburan dan panduan. Jom kita lihat ciri-ciri wanita yang ganas di ranjang.



1. Bibir sensual
Ada yang mengatakan bahwa perempuan yang memiliki bibir sensual memiliki kemampuan oral seks yang hebat.

Pasalnya, bibir perempuan berjenis ini mempunyai peran dan aktifitas di ranjang.

2. Tubuh bangkok
Kaum lelaki akan sangat menyukai bentuk tubuh ideal seperti kaum bangkok (indo) ini.

Katanya, perempuan yang memiliki tubuh seperti ini akan mempunyai tingkah yang galak dan binal kala ada di ranjang.

3. Bongkok udang
Jangan kecewa dulu kalau Anda perempuan yang memiliki tubuh dengan bongkok udang.

Mitosnya, perempuan yang tubuhnya bongkok udang untuk urusan seks dia paling tahan lama dan ganas.
Pasalnya, perempuan dengan tubuh bongkok udang goyangannya bisa tahan lama untuk tidak cepat orgasme.

4. Dada montok
Siapa yang tidak ingin memiliki dada montok. Keinginan seperti itu wajar saja.

Bahkan perempuan yang berdada montok banyak diburu kaum lelaki, kerana penampilannya yang merangsang.

5. Bulu halus di tubuh
Mitos untuk perempuan yang memiliki bulu halus di tubuh adalah, memiliki gelora seks yang mengebu-gebu dan sangat kuat dalam olahan asmara.

6. Tubuh Mungil padat
Kalau dulu lelaki banyak yang tidak suka berhubungan dengan perempuan mungil, kerana akan sukar melahirkan.

Tapi jangan salah, sekarang perempuan mungil banyak dicari.
Pasalnya, perempuan yang memiliki tubuh mungil dan padat sangat cerdik dan pandai saat melakukan tarikan di ranjang.

Dan, si mungil juga tidak mudah menyerah pada serangan yang dilakukan oleh pasangannya.

7. Mata helang dan leher jenjang
Memiliki penampilan yang kalem dengan sorot mata tajam, perempuan ini memang diibaratkan seekor burung helang yang siap menerkam.

Begitu pula yang terjadi dalam kehidupan seksualnya, konon perempuan yang memiliki ciri-ciri tersebut akan selalu siap menerkam Anda terlebih dahulu.

8. Kaki belang
Perempuan yang memiliki kaki belang adalah mereka yang energik dan siap bermain dalam segala gaya.

Tapi sayangnya, mungkin kerana terlalu kurus, perempuan yang memiliki ciri seperti tidak mantap goyangannya.

9. Lesung pipit
Manis memang, jika melihat perempuan dengan lesung pipit.

Tapi konon, perempuan seperti ini memiliki mitos yang kurang baik, iaitu pernikahannya sulit langgeng atau si lesung pipit akan tertarik dengan lelaki lain.
Dalam urusan ranjang, perempuan berlesung pipit sangat sulit puas, meski pada dasarnya si lesung pipit jika berada di ranjang seperti seekor singa betina yang garang.





panas!!! diratah rakus kawan bapa




KUALA TERENGGANU: Seorang lelaki dikatakan menggunakan alasan hendak memperkenalkan seorang gadis dengan anak lelakinya sebelum dia mengambil kesempatan merogol remaja berusia 14 tahun itu dalam kejadian berhampiran Pantai Penarik, Setiu, kelmarin.

Akibat perbuatannya itu, lelaki berusia 49 tahun dan bekerja sebagai nelayan terbabit direman selama tujuh hari selepas perintah reman dikeluarkan Pendaftar Kanan Mahkamah Sesyen/Majistret Kuala Terengganu, Rusila Nik, di sini semalam.

Suspek yang juga bapa kepada lapan anak disiasat mengikut Seksyen 376 Kanun Keseksaan kerana merogol.

Difahamkan sebelum kejadian, suspek yang juga kenalan bapa mangsa mengambil gadis itu di rumahnya kira-kira jam 4 petang dengan alasan hendak memperkenalkan mangsa dengan anak lelakinya.

Selepas perjumpaan itu, mangsa dikatakan meminta suspek menghantar ke Pantai Penarik, Setiu kerana  dia hendak bertemu dengan rakannya sebelum suspek mengambil kesempatan merogolnya ketika dalam perjalanan ke pantai berkenaan.

Bagaimanapun, selepas melakukan perbuatan terkutuk di dalam semak, suspek kemudia menghantar mangsa pulang ke rumahnya kira-kira jam 7 malam.

Mangsa yang ketakutan menceritakan kejadian itu kepada keluarganya yang kemudia membuat laporan di Balai Polis Setiu pada jam 1 pagi semalam.

Susulan laporan itu, suspek ditahan di rumahnya di  Kampung Telaga Papan, Setiu, jam 3 pagi semalam.


hubungan 'rakus' isteri


Tips Untuk Hubungan Lebih Rakus

 

Ahad, 27 April 2014

adik ipar cun panaik berahi suami

Zairi Bekas Adik Iparku

Sebenarnya memang sudah lama aku idamkan bekas adik ipar aku, Zairi. Dari kali pertama aku melihatnya lagi. Tapi waktu itu dia memang sudah bersuami dan beranak dua. Namun tubuhnya tetap menggiurkan. Tapi apa kan daya, waktu itu pula aku juga baru saja berkahwin dengan kakaknya yang sebelum itu sudah beberapa tahun bercerai dengan suami pertamanya. Tapi kerana pada waktu itu aku betul2 menyintai kakaknya, segala nafsu seks yang aku punyai terhadap Zairi kupendamkan saja.

Namun pada suatu hari, perasaan itu datang dengan membuak apabila Zairi menumpang tidur di rumah ku. Kerana memang sudah kebiasaan, kami berada di depan TV. Zairi telah tertidur di atas sofa kerana baru sampai pada petang itu dan mungkin agak keletihan. Tubuhnya yang memang menaikkan nafsu setiap lelaki yang memandangnya, lebih menggiurkan lagi dengan skirt sedikit terselak, menampakkan kegebuan pehanya. Dan sesekali bila aku membongkok mengambil minuman di atas meja dapat ku lihat jauh ke pangkal pehanya hingga seluar dalam putih yang dipakainya jelas kelihatan.

Namun kerana isteri ku berada bersama ketika itu, aku buat2 tak nampak dan menumpukan perhatian ke arah TV saja. Sesekali2 aku mencuri2 pandang juga dan mahu tak mahu batang ku mulai menegang. Kalau isteri ku tiada di situ, memang akan aku akan berlutut di depan Zairi dan pandang sepuas2nya kalaupun aku tidak cuba menidurinya.

Selesai rancangan berita tengah malam, isteri ku mengejutkan Zairi untuk masuk tidur di dalam bilik. Zairi membetulkan skirtnya dan berjalan perlahan masuk ke dalam bilik tetamu yang telah disediakan untuknya. Aku dan isteriku pula ke bilik tidur kami.

Namun aku tidak dapat tidur kerana batang ku tidak juga mahu turun. Aku memeluk isteri ku dari belakang dan tangan ku merayap mencari buah dadanya. Aku ramas perlahan2 sebelum menyeluk tangan ke dalam baju tidurnya. Tangan ku meramas perlahan daging2 kembar itu sehingga puting2 teteknya mulai berkerut2 dan mengeras. Isteri ku bangun duduk dan membuka terus baju tidurnya di dalam gelap. Kemudian dia menindih tubuhku dan mulutnya mencari2 mulut ku. Bibirnya yang lembut tak bergincu terbuka untuk menerima lidah ku. Memang isteri ku ini mahir dalam permainan ranjang, mungkin kerana sudah pernah berkahwin dan mempunyai anak.

Sambil itu tangannya meraba2 di celah kangkang ku mencari batang ku yang telah keras. Apabila ketemu tangannya mengusap perlahan2 membuat aku mendengus. Aku terus saja membuang seluar pendek yang biasanya aku pakai semasa tidur. Tangan ku meraba2 punggungnya yang lebar sebelum ke celah kangkangnya pula. Memang isteri ku sudah basah dan bersedia untuk disetubuhi. Namun jari2 ku tetap bermain2 di celah bibir kemaluannya. Ku belai di alur dan mencari2 kelintitnya yang sudah mengeras. Ku kuis2kan sehingga dia mula menggeliat.

Muka isteri ku pula turun ke leher ku. Dia menggigit dan menghisap2 perlahan. Memang itu merupakan isyarat bahawa dia memang sudah cukup bersedia. Itu merupakan isyarat yang selalu digunakannya sewaktu kami bersetubuh. Aku menarik peha kanannya supaya mengangkang di atas ku. Dia menuruti saja. Malah cepat2 dia melabuhkan punggungnya sambil tangannya memegang batang ku dan menyelitkan di antara bibirnya kemaluannya. Dengan sekali tekan saja batang ku sudah tenggelam sepenuhnya.

Isteri ku menggerakkan punggungnya turun naik melawan gerakan aku sendiri di bawahnya. Walaupun sudah beranak, memang isteri ku pandai menggunakan liangnya dan masih tetap terasa ketat lagi. Pernah dia memberitahu aku dulu bahawa selepas beranak, dia dengan menggunakan jarinya dia membuat senaman liang unntuk mengetatkannya semula. Cara kedua ialah ketika membuang air kecil. Ketika membuang separuh jalan, dia akan menggunakan otot2 dalaman untuk mengentikan air kencing. Dengan cara itu dia berjaya membuat latihan mengemut.

Memang kalau dia dah mulakan kemutan aku tidak akan terdaya bertahan lama di dalamnya. Kemutannya cukup istimewa sekali. Tapi dia tidak akan memulakan kemutan sehingga dia sendiri sudah hampir ke kemuncaknya sendiri. Tapi pada malam itu aku terpaksa bertahan sedaya upaya kerana setiap kali terbayangkan peha Zairi yang terkangkang aku semakin terangsang lagi. Lalu akau percepatkan tolakan batang ku ke dalam kemaluan isteriku.

"Aarrghhh....!" dia mendengus apabila sampai ke kemuncaknya. Aku juga sudah hampir juga sambil aku bayangkan bahawa pada ketika itu bahawa sebenarnya Zairi yang berada di atas ku. Ku bayangkan bahawa kemaluan Zairi tengah mengemut2 batang ku. Tiba2 saja batang ku mengembang dan aku mula memancut di dalam isteri ku. Aku menggigit bibir supaya tidak terlepas keluar nama Zairi secara tidak sengaja dalam keseronokan ku itu. Kalau tak memang besarlah padahnya nanti. Selepas itu kami terus tertidur dalam keadaan bogel.

Keesokannya aku keluar ke pejabat pagi2 lagi selepas bersarapan dengan isteri ku. Bila pulang sebelah petang, Zairi sudah tiada. Kata isteri ku, dia ke Parit Buntar, melawat bekas mertuanya yang ditugaskan untuk menjaga kedua anaknya.

Beberapa tahun kemudian Zairi berpindah semula ke KL. Dia telah bercerai dengan suami keduanya pula. Anak2nya kini duduk bersamanya dan bersekolah di KL. Terlepas peluang lagilah nampaknya aku.

Tidak lama kemudian aku pula bercerai dengan isteri ku kerana tidak tahan dengan gangguan bekas suaminya yang gila talak. Walaupun kedua kami tidak menginginkan perceraian ia terjadi juga. Dengan jawatan dan kedudukan ku sebagai pegawai kanan di sebuah syarikat kewangan besar, aku memang mampu untuk memelihara anak2 tiri ku. Namun aku tidak sanggup memberi makan kepada bekas suaminya sekali. Oleh itu, perkara yang tidak diingini berlaku juga akhirnya dan aku keluar rumah dengan sehelai sepinggang.

Walaupun waktu itu aku tidak merasainya, namun perceraian itu juga menguntungkan aku. Tak perlu lagi aku melihat muka bekas suami kepada janda ku itu. Tak perlu juga menanggung beban yang selama ini aku tanggung dengan penuh reda. Untung kedua ialah kerana Zairi juga masih belum berkahwin dan sekiranya aku tidur dengannya, tak akan terasa bersalah kepada isteri ku lagi.

Peluang untuk aku meniduri Zairi datang secara mendadak apabila suatu hari dengan tak semena2 aku menerima panggilan telefon darinya. Dia ingin berpindah rumah dan tahu bahawa aku memang suka menyimpan kotak2 dalam stor rumah aku. Aku pelawanya datang mengambil kotak2 itu dari rumah ku.

Pada pagi Sabtu yang bersejarah itu, Zairi tercegat di depan pintu ku. Aku baru mengenakan pakaian harian setelah mandi. Aku pelawanya bersarapan bersama ku. Dia tidak keberatan walaupun dia cuma minum kopi saja.

"Kamu ni nak pindah ke mana pula?" aku bertanya.

"Zairi dipindahkan ke Pulau Pinang," katanya.

"Berapa lama?"

"Entahlah. Terpulanglah pada majikan," jawabnya.

"Habis kamu suka kena pindah?"

"Nak kata suka tu tak lah sangat. Tapi since dinaikkan pangkat, terima sajalah."

"O...dah jadi penguruslah, ya?"

"Begitulah kira2nya," katanya sambil tersengeh.

Memang manis si Zairi ni, apalagi bila dia tersenyum. Lebih manis daripada kakaknya, yang memang cantik tapi nampak garang sedikit. Hari itu dia memakai skirt jeans dan t-shirt saja.Batang ku mulai mengeras dan aku mula berfikir bukan2. Kalau diajak, mahukah dia? Tapi kalau tidak diajak, memang terus terlepas, fikir ku. Aku pun nekad mencuba nasib.

Selepas sarapan aku menolong memindahkan kotak2 ke keretanya. Selesai memunggah, kami masuk semula ke dalam rumah. Zairi ke bilik air untuk mencuci tangan. Aku mengunci pintu depan rumah dan menunggu. Setelah keluar dari bilik air dia mengambil tempat duduk di sofa panjang depan ku dalam ruang tamu. Untuk mengisi kesunyian kami berbual2 kecil tentang perkara2 yang tak berapa penting sangat.

Aku bertanyakan khabar tentang bekas isteri ku. Zairi menjawab bahawa bekas isteri ku itu telah kawin semula dengan bekas suaminya dulu. Zairi pula bertanyakan tentang aku. Aku menjawab bahawa masih belum ada jodoh barangkali. Zairi sendiri masa itu juga sudah bercerai. Dia berkata mungkin dia juga belum ada jodoh lagi. Peluang aku nampaknya semakin cerah. Memang aku tahu dari dulu lagi yang Zairi sangat tinggi kemahuan seksnya. Jadi mungkin dia tidak keberatan sangat bila ku ajak nanti.

"Habis kamu tak gian ke?" aku mulai gatal.

"Ish...!" dia ketawa. "Abang pula macam mana?"

"Bila gian sangat pakai tangan sendirilah," aku menjawab.

"Kesiannya..."

"Kamu?"

Dia merenung ku tajam sambil menggigit bibir. Aku bangun dan duduk di sebelahnya.

"Dah berapa lama kamu tak kena?" aku bertanya.

"Alah...abang ni..." dia mencubit peha ku.

Aku semakin berani dan mencapai tangannya.

"Kamu nak?"

"Huh?"

"Aku tanya kamu nak tak? Kalau nak jom kita main," kata ku bersahaja.

"Tak naklah."

"Alah, marilah. Aku pun dah lama tak main."

"Yalah, tapi apa pula dengan I? Kan I ni adik ipar you?"

"Bekas adik ipar," aku membetulkan kenyataannya. "Lagipun kita sama2 tak terikat dengan sesiapa kan?" Aku meramas2 tangannya. Dia terdiam memandang ku. Barangkali dia dah sedar bahawa aku bukan lagi berseloroh.

"OK, kalau tak mahu main, bagi aku kucup bibir mu boleh?"

Dia mengangguk dan mukanya bergerak ke arah ku. Entah bau minyak wangi ke bau bedak, aku tak pasti. Yang aku tahu memang Zairi waktu itu menggiurkan sekali. Baunya yang semerbak menusuk2 hidungku dan membuat aku semakin terangsang. Bibirnya terbuka sedikit apabila kami berkucupan. Aku merangkul tubuhnya dengan lengan kiri sambil sebelah kanan memaut tengkoknya. Beberapa kali dia cuba mengalihkan mukanya tapi tak ku lepaskan. Bibir ku terlekat pada bibirnya sambil lidah ku masuk ke dalam mulutnya. Dia membalas dengan menghisap2 lidah ku pula.

Apabila muka kami renggang, dia kelihatan sesak nafas sikit. "Sudahlah tu, I nak balik."

Namun dia tidak bergerak untuk bangun dari sofa.

"Yang aku minta kucup tadi bukan bibir ni," aku menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk ku. "Tapi bibir yang tu..." aku menunjuk ke celah kangkangnya.

Dia nampak tersentak sikit. "Dasyatlah abang ni. Minta yang bukan2."

"Apa pula yang bukan2nya? Apa kamu tak suka dikucup di situ?"

Dia nampak tersipu2 dan tidak menjawab pertanyaan ku. Namun dia tidak nampak tersinggung dengan kata2 ku. Melihat dia masih juga tidak menunjukkan tanda2 akan bangun dan pergi meninggalkan aku, aku bertindak lebih berani lagi. Aku buka zip seluar ku dan keluarkan batang ku dari seluar dalam.

"Tengok. Ingat pada bibir kamu saja aku sudah jadi begini"

Matanya terbeliak memandang batang ku yang sudah keras menegak itu. Aku nampak dia berada dalam keadaan serba salah dan dadanya turun naik dengan kencang. Aku terus mengambil tangannya dan meletakkan di atas batang ku. Dia memandang muka ku sambil menelan air liurnya. Namun tangannya masih berada di batang ku. Aku agak dia pun sudah mula terangsang. Kalau tidak menagapa dia tidak sentap saja tangannya dan tidak saja keluar dari rumah aku sejak aku melondehkan seluar ku tadi. Malah tangannya dengan sendirinya mula membelai batang ku.

Aku rangkul pinggangnya dan terus mengucup mulutnya sekali lagi. Kali ini dia membalas dengan lebih hebat lagi. Sebelah lagi tangan ku meraba2 lututnya sebelum perlahan2 aku masukkan di bawah skirtnya. Pehanya yang selama ini menjadi inspirasi khayalan kini ku raba semahu2nya. Bila tangan ku meraba ke atas lagi, dia membuka sedikit pehanya. Akhirnya aku sampai ke tempat yang hanya dibaluti sehelai seluar dalam. Terasa hangat sedikit walaupun bahagian bawahnya sudah agak lembab sedikit. Ku raba tempat yang benjol itu. Disebalik seluar dalam nipis itu aku dapat ku rasa sepasang bibir yang dipagari bulu2 yang pasti sudah dicukur rapi. Tubuhnya menggeliat sambil sebelah lagi tangannya merangkul tengkok ku.

Aku melepaskan Zairi dan mengajaknya ke bilik tidur. Dia hanya mengangguk saja. Aku bangun berdiri dan membetulkan seluar ku. Lepas itu aku menarik tangannya supaya menuruti aku. Dia mengikut saja. Setelah mengunci bilik aku melucutkan pakaian ku. Zairi juga tanpa disuruh menanggalkan pakaiannya dengan sendiri. Dalam sekejap masa saja kami berdua sudah sama2 berbogel. Aku terus memeluknya dan kami berkucupan sekali lagi. Tubuhnya tidak sebesar atau setinggi bekas isteri ku. Namun memang enak dipeluk. Apalagi buah dadanya lebih besar dari kakaknya dan masih tetap tegang.

Ku peluknya dan bawa dia ke katil dan menolaknya supaya berbaring. Kemudian kurebahkan diri di tepinya. Dia berpaling dan memeluk ku. Kelembutan buah dadanya yang membusut itu tertekan rapat pada dada ku. Sekali lagi kami berkucupan sambil tangan kiri ku merayap ke punggungnya. Ku ramas daging pejal itu sampai dia menggeliat. Aku hisap lidahnya yang masuk ke dalam mulut ku.

Ku angkat peha kanannya supaya berada di atas peha ku untuk lebih mudah aku membelai celah kangkangnya dari belakang. Ku dapati celah kangkangnya sudah basah. Aku berhenti seketika dan tidur meniarap. Ku suruh dia naik ke atas ku. Kemudian ku menarik tubuhnya ke arah ku sehingga akhirnya dia duduk bertinggung di depan muka ku. Kemaluannya yang dipagari bulu2 hitam halus terbuka luas seolah2 mempelawa kucupan dari ku.

Peluang itu memang tidak aku lepaskan. Aku rapatkan muka ku ke rekahan itu. Dengan hujung hidung ku kuis kelentitnya. Dia mendengus, kemudian merengek kecil apabila aku menjilat di tengah2 rekahan pukinya. Aku masukkan lidah ku ke dalamnya sambil membuat sedutan kecil. Kemaluannya semakin banyak mengeluarkan lendir dan dia mula menggerang sambil punggungnya bergerak2 kuat menyuakan kemaluannya untuk dikerjakan dengan mulut ku.

"Aaah...I dah nak sampai, bang."

"Keluarkan dalam mulut abang."

"Tak nak ah!"

"Please, I want to taste you."

"Belum cukup taste lagi?"

"I want you. I want all of you," aku berkata dan kembali menjilatnya lagi.

"Betul, bang. I dah tak tahan ni..." katanya sambil punggungnya cuba dilarikan dari atas muka ku. Namun aku tak benarkan. Aku rangkulnya supaya tidak dapat bergerak dari atas muka ku sambil aku menghisap dan menjilatnya dengan lebuih ganas lagi.

"Aaabbbbanng...!!!" dia berteriak diikuti dengan semburan hangat ke mulut dan hidung ku. Aku terus menghisap sehingga nafasnya reda sedikit. Aku tersenyum padanya.

"Sedap?"

"Mmm...memang abang pandai jilat."

"Now I wanna fuck you."

"Mmm..." dia bergerak ke bawah. Zairi memegang batang ku sambil meletakkan di celah2 bibir pukinya. Dia duduk perlahan2 sehingga batang aku tenggelam sepenuhnya. Kemudian dia mengemut2kan bahagian dalamnya. Rupa2nya kebolehnya setanding dengan kakaknya juga. Giliran aku pula mengerang keenakan.

"Apa macam? Is fucking me as you imagine it would be?"

"Macam mana you tahu abang syok kat you?"

"Alahai...abang nampak peha I sikit saja, bukan main lagi abang bantai sister I malam tu," dia ketawa kecil.

"Macam mana you tahu? Kakak you cakap, ya?"

"Dia tak payah cakap. I kan tidur bilik sebelah. I dengar semuanya."

"You nakal, ya? Curi2 dengar orang main pulak."

"Habis apa nak buat, abang dan kakak cukup bising bila main."

"Dah tu you tak stim?"

"Apa tak stimnya, I kena pakai tangan, tau tak?"

"Kesiannya. Apa pasal tak datang minta tumpang sama kakak you?"

"Nak nahas! Kakak I tu kan jealous orangnya."

"Tak pe lah. Kan sekarang you dapat juga." Aku ketawa sambil keluar masuk perlahan2 di dalamnya.

Dia menggerak2kan punggungnya sampai terasa lagi dalam batang ku terbenam di dalam lubangnya.

"Abang belum jawab. Am I as you imagine I'd be?"

"You're better than I imagine," kata ku.

"Amboi, pandainya abang puji."

"Betul. Memang syok habis main dengan you."

Aku memeluknya dan memusingkan badannya supaya sekarang dia berada di bawah pula. Ku letakkan kedua kakinya di atas bahu ku sebelum sekali lagi bergerak keluar masuk. Setelah beberapa lama, aku tukar posisi pula. Ku ambil bantal peluk dan letakkkan di bawah punggungnya supaya celah kangkangnya lebih tinggi dari tubuhnya. Setelah memasukkan batang ku, kurapatkan kakinya. Peha ku megepit pehanya dari luar sementara kedua betis ku berada di bawah pehanya. Cara itu kemas sekali dan aku tahu akan membuat lubangnya lebih ketat.

Apabila aku menujah lubangnya dalam posisi itu, Zairi mula mengerang dengan kuat. Dia nampak tidak tahan dimain cara itu. Aku memeluk dan mengucup mulutnya. Dia juga kemas merangkul belakang ku. Aku menujah dengan lebih laju lagi sehingga badan ku sudah berpeluh. Tiba2 dia menggigit tengkok ku.

"Abbbannnggg...uh...arrrgghhh!!" dia berteriak seraya aku merasakan kehangatan di sekeliling batang ku.

Aku juga tidak berupaya menahan lagi dan mula melepaskan pancutan di dalamnya.

Aku kucup bibirnya. "That was nice."

"Mmm..." katanya. "Patutlah sister I sayang sangat dengan abang dulu."

"Apa pasal?"

"Abang memang pandai main. Tak pernah I syok macam ni."

"Ai, tak kan pula you tak pernah kena macam ni?"

"Biasa tu biasalah. Tapi tak sehebat yang abang buat."

"Nampaknya, kalau macam ni you kenalah datang ambil kotak di rumah I selalu, ya?"

"Malangnya I dah kena transfer ke Penang minggu depan, bang."

"Well, any time you datang KL, give me a call."

"Okay, I will."

"Janji?"

"Janji!"

Zairi ke bilik air untuk membersihkan dirinya. Sepuluh minit kemudian dia keluar dan mula mengenakan pakaiannya.

"Zai, bila kamu akan ke Pulau Pinang?"

"Minggu depan."

"Dengan anak2 kamu sekali?"

"Mana pulak. Mereka kan sekolah. Terpaksalah mereka duduk di KL dulu."

"Habis mereka duduk di mana?"

"I akan tinggalkan mereka dengan di rumah bapa merekalah."

"You nak suruh I hantar you ke Pulau Pinang ke?"

Dia berpaling dan tersengeh.

"Abang ni nak tolong I ke nak cari kesempatan?"

"Kedua2nya," aku berkata sambil ketawa.

"Habis abang tak payah kerja ke?"

"Ala...cuti aku banyak lagi. Lagi pulak aku pun dah lama tak ke Pulau Pinang."

"Terserah...kalau abang betul2 mahu."

Dia membongkok untuk memakai seluar dalamnya. Kemudian di duduk di atas katil membelakangi aku sambil memakai make-up pula. Memang tubuh bekas adik ipar ku ini amat menggairahkan apalagi dalam keadaan separuh bogel. Aku dapat merasakan batang ku mulai keras semula.

"Zai..."

"Mmm...?" jawabnya manja. "Apa dia?"

Dia berpaling apabila aku tidak menjawab. Mukanya nampak kehairanan. "Apa?"

"Nak lagi."

"Nak apa?"

"Nak kamu lah."

"Eh, mengada2nya dia. Kan baru sudah?"

"Betul. Tengok," kata ku, mengalihkan selimut yang menutup celah kangkang aku. Memang batang ku sudah keras.

"Mengarut betul lah abang ni. Kan I dah mandi ni. Nanti berpeluh2 lak."

"Ala...kita main slow2 supaya tak berpeluh, ok?"

"Abang ni selalu gitu ke?"

"Taklah. Tapi dengan kamu lain pula. Memang aku tengok kamu saja aku dah keras." Aku tahu pujian itu tentu membuat dia kembang sikit.

"Itu I tahu lah. Tapi tak kanlah pula setiap kali keras, abang nak panjat I saja?"

"Tak lah macam tu. Tapi bila kamu tak ada di sini, aku keras pun nak buat apa? Ini masa kamu ada sini saja yang aku boleh panjat."

Dia tergelak. Aku bangun dan memeluknya dari belakang. Muka ku menyondol2 lehernya. Dia menggeliat2 kegelian. Kedua tangan ku ke depan dan memegang bahagian bawah teteknya. Aku ramas perlahan2 sebelum mula menggentel putingnya. Dia mendesah. Belum sempat dia memakai gincunya dengan betul, dia berpaling dan mengucup mulutku. Aku pun memang tidak mahu melepaskan peluang. Aku tahu Zairi juga dah gian setelah aku mainkan dia dengan betul2 tadi. Sangkaan aku bahawa dia memang gemarkan seks juga tidak meleset. Apalagi dia juga dah lama tak kena betul2, jadi bila dah diuli dengan cukup oleh aku tadinya dia memang bersedia untuk disetubuhi lagi.

Aku tariknya dan rebahkan dia di atas katil. Bila ku buka seluar dalamnya dia tidak membantah. Sekali lagi muka ku ke celah kangkangnya. Aku mahu menciumnya sepuas2nya. Ku kucup bibir bawahnya yang masih tertutup, satu garisan tebal yang dipagari bulu2 halus. Ku jilat di sepanjang garisan. Dapat ku rasakan lendirnya sudah mula keluar sedikit. Aku ingin melihat tempat itu semakin basah. Jadi terus ku tekankan lidah ku ke dalam.

"Uh..ahhhh!" Zairi mengerang apabila lidah ku tenggelam sepenuhnya di dalam kemaluannya. Punggungnya bergerak2 ke kiri dan kanan menahan kenikmatan yang diberikan lidah ku. Mulut ku membisikkan kata2 mesra di seluruh pelosok kemaluan Zairi dan dalam sedikit masa saja ku rasa mulut kuu dibanjiri air yang tersembur dari celah kangkang bekas adik ipar ku. Setelah nafasnya kembali reda, dia menolak kepala ku dari celah kangkangnya. Dia menyuruh ku berbaring terlentang. Dalam keadaan itu batang ku tegak mencanak.

Zairi menyentuh batang ku sambil ketawa. "Wah bukan main lagi, ye?"

Kini giliran ku pula untuk menikmati kehebatan Zairi di ranjang. Dia menundukkan kepalanya dan mengambil kepala tombol ku di antara bibirnya. Memang sedap cara cara Zairi menghisap konek ku. Lidahnya bermain di sekeliling kepala tombol sambil bibirnya menyoyot. Diikuti pula dengan turun naik kepalanya sambil seluruh batang ku dikeluar-masukkan di dalam mulutnya.

"Cukup, sayang..." kata ku, sambil memegang kepalannya supaya berhenti.

"Kenapa? Tak syok ke cara I give blowjob?"

"Apa tak sedapnya. Aku dah nak pancut tadi."

"Tak mau pancut dalam mulut I?"

"Not this time. Kali ini aku nak pancut dalam anu kamu."

Aku menarik tubuh Zairi sehingga dia menindih aku. Kedua pehanya terkangkang luas. Tanpa disuruh tangan Zairi kke belakang mencari2 batang ku. Apabila ketemu, terus dipimpin batang ku ke lubangnya. Bila terasa saja batang ku berada di pintu sasaran aku mengangkat punggung ku dan menenggelamkan batang ku sepenuhnya dalam puki Zairi.

"Mmmmmnnnnhhhh...!" Zairi mengerang sambil punggungnya bergoyang2 dengan kencang. Aku biarkan dia mengemudi dulu. Cara dia memang cukup hebat. Dia suka sekali menyimpan batang ku sepenuhnya di dalam dan menggoyangkan punggungnya. Cara itu membuat kelentitnya cukup terangsang kerana digesel2 dengan pangkal batang ku. Dengan berbuat begitu dalam sekejap masa saja dia dapat sampai ke kemuncaknya. Aku biarkan dia mendapat kepuasan pertamanya dulu sebelum aku sendiri mencari puncak ku sendiri. Ku tariknya supaya tidur rapat di atas ku. Sambil memeluk pinggangnya aku mula menujah lubangnya dari bawah sampai berdecek2 bunyinya. Cara itu pula membuat aku sendiri amat cepat pancut. Apabila selesai aku memang rendam batang ku lama2 di dalamnya. Tak mahu rasanya aku nak melepaskan dia pergi.
    /* Codes in Red - I suggest you replace this with your blog logo. This photo appears whenever Post image thumbnail does not work. */ /* Codes in Orange - Replace the 9 with the number of post to be displayed. */

kartikel